Cermati Hal Ini Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi Murah

Cermati Hal Ini Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi Murah

Rumah Bersubsidi
Cermati Hal Ini Sebelum Kredit Rumah Bersubsidi Murah

Saat kita mengambil kredit rumah bersubsidi murah dari pemerintah, kita mesti jeli mencermati beberapa hal lanjutan yang akan menyertai kredit rumah bersubsidi tersebut. Kesempatan yang diberikan pemerintah melalui program KPR subsidi FLPP ini memang sayang jika kita lewatkan begitu saja, apalagi jika kita memang termasuk kelompok yang berhak mendapatkan rumah bersubsidi ini.

Biasanya rumah bersubsidi jarang yang mempunyai stok siap huni (ready stock), jadi kita mesti memesan (inden) terlebih dahulu dan sabar menunggu hingga rumah bersubsidi kita jadi. Di sisi lain, jumlah peminat rumah bersubsidi, baik itu rumah ataupun rusunami, kian meningkat. Mereka ini merupakan ‘pesaing’ kita dalam mencari rumah sederhana layak huni. Hukum siapa cepat, dia dapat pasti berlaku.

Walau begitu, sebagai calon pembeli sebaiknya harus berhati-hati dalam memilih. Biasanya harga rumah bersubsidi sudah dipatok pada kisaran harga tertentu, dan juga dengan kisaran jangka waktu kredit antara 10-15 tahun dengan asumsi pembayaran yang ringan per bulannya.

Selain 2 faktor diatas, ada juga beebrapa hal yang harus kita cermati sebelum kredit rumah bersubsidi murah. Berikut diantaranya.

1. Biaya Jual Beli Rumah

Biaya jual beli rumah bersubsidi muncul saat kita membeli rumah KPR. Kita harus teliti terhadap biaya jual beli rumah yang timbul dalam proses jual-beli rumah. Ada kalanya baik penjual maupun pembeli rumah kaget dengan besarnya biaya tambahan, sebab jumlahnya memang bisa tidak sedikit dan beragam. Biaya jual beli yang mungkin di kenakan seperti BPHTB, biaya provisi, biaya notaris, dan lain-lain. Selain itu, adakalanya kita juga harus iklash memberikan biaya tidak terduga untuk mendapatkan rumah tersebut.

2. Perhitungkan DP
DP adalah syarat pembayaran awal sebelum kemudian mengangsur sisa dari harga properti. Biasanya uang muka yang mesti kita bayar di awal pembelian properti adalah sebesar 20% dari harga rumah. Tapi ada juga pengembang yang menetapkan uang muka di atas persentase tersebut, yakni 10% atau hingga 30%.

3. Biaya Peningkatan Mutu
Pada proses pembangunan, depelover membangun unit properti dalam bentuk yang sama baik dalam satu komplek maupun satu gedung supaya properti yang dibangun bisa diselesaikan sesuai target dari pengembang. Biasanya guna membuat setiap unit rumah menjadi lebih layak huni, pengembang akan membebankan biaya peningkatan mutu. Biaya peningkatan mutu ini besarnya disesuaikan dengan jenis properti serta pengembangnya. Selain itu, biaya peningkatan mutu juga terjadi bila kita melakukan renovasi memperindah atau memperluas bangunan sendiri.

4. Biaya Kelebihan Tanah
Biaya kelebihan tanah timbul bila tanah dirumah kita melebihi jumlah tanah perjanjian, kita mesti membayar tanah tersebut sesuai harga yang ditetapkan pengembang. Bagi pembeli properti vertikal seperti rusun atau apartemen bersubsidi tidak dipusingkan dengan biaya ini. Namun bagi pembeli rumah sehat sederhana (RSH), biaya ini harus diberi perhatian khusus. Karena bisa saja kita alami.

Mendapatkan kredit rumah bersubsidi murah tentu impian dari sebagian masyarakat Indonesia, khususnya dari kalangan ekonomi menengah kebawah. Namun jangan sampai kita terjebak hingga menyebabkan gagal bayar.